Bertempat di Auditorium KH Ahmad Dahlan Universitas Muhammadiyah Bandung [UMB], Kamis [9/7/2026] Dosen dan beberapa perwakilan Mahasiswa KPI STAI Daarut Tauhiid ikut serta dalam kegiatan Seminar Gerakan Nasional Budaya Sensor Mandiri (GNBSM) Tahun 2026 dengan tema “Goes to Campus Universitas Muhammadiyah Bandung.
Salah satu materi yang disampaikan Ketua Subkomisi Pemantauan LSF RI, Erlan Basri antara lain mengacu Permendikbud No. 14 Tahun 2019 berkaitan dengan acuan utama konteks keterkaitan film dan iklan dengan kesatuan narasi, latar, ekspresi adegan dan dialog, kejelasan tujuan, relevansi, serta tingkat kerumitan yang ada dengan gagasan dan pikiran utama yang terkandung dalam film dan iklan film nuansa, serta dampak yang timbul adanya variasi atas kombinasi audio visual yang dapat menimbulkan persepsi dan akibat terhadap pikiran, perasaan, serta perilaku penonton.
Lebih lanjut beliau menuturkan ruang lingkup sensor mandiri erat kaitannya dengan penyaringan konten audio visual [film, serial, video daring], pemilihan materi bacaan [buku, artikel digital], Interaksi di media sosial, penanaman nilai dan prinsip kepada generasi muda dalam mengonsumsi media.
Erlan melanjutkan bahwa salah satu faktor adanya Sensor Mandiri adalah adanya volume dan kecepatan informasi digital, ancaman terhadap nilai-nilai kebangsaan [konten kekerasan, pornografi, ujaran kebencian, radikalisme], kebutuhan literasi media digital menghadapi era post-truth, serta pentingnya peran aktif masyarakat.
Hamdan salah satu Mahasiswa yang ikut serta dalam kegiatan tersebut merasa sangat antusias dengan adanya kegiatan literasi ini, menambah ilmu, wawasan serta perspektif lain yang bisa di duplikasi sesuai dengan ilmu yang didapat selama ini di bangku kuliah.
Tentunya beliau berharap kegiatan seperti ini akan berkesimbungan dalam upaya memperkaya literasi mahasiswa khususnya dalam budaya sensor mandiri tersebut.
Penulis : Caca Mansyur
